Normalnya, emang nggak ada yang perlu ditonjolin dari toket cowok. Sebab lazimnya toket cowok emang rata. Kalopun ada yang mesti digedein itu adalah dad (bukan toket!).
Sebab, dada yang bidang alias kecang-berotot bisa bikin cewe-cewek semaput, jack. Hehehe...
Tapi, namanya hidup, jelas nggak semua orang beruntung. Biar kata dalam hati kepengen banget punya dada bidang, apa daya sebagian cowok justru dianugerahi toket yang menonjol. Ada yang menonjol seperti benjol di jidat kalo kejedot, sampe yang menonjol seperti toket cewek yang make underwear cup A atau B!
Cowok-cowok yang toketnya menonjol umumnya memiliki masalah kelebihan berat badan. Lantaran tumpukan lemak di badannya ampun-ampunan, menyebarlah tumpukan lemak itu kemana-mana. Tumpukan lemak yang ada di payudara dan jadi cikal bakal toket menonjol tersebut biasa disebut lipomastia.

Well, dalam kasus seperti ini bisa dibilang relatif wajar. Soalnya, toket yang gede itu kan berkorelasi dengan berat badan yang selangit! Lain urusan kalo cowok berat badannya standar (atau malah di bawah standar), tapi toketnya gede. Kasus model ini emang patut dipertanyakan!
So far, penjelasan atau kasus tadi adalah karena ginekomastia fisiologis. Ginekomastia fisiologis tuh pembesaran payudara akibat terjadinya penambahan jaringan ikat (jaringan yang fungsinya mengikat dan menyokong berbagai susunan tubuh). Pemicunya nggak lain nggak bukan karena kelebihan produksi hormon estrogen.
Yap. Walaupun estrogen itu hormon cewek, tapi "dia" pun ada di dalam badan kita. Hormon estrogen yang kita miliki ini berasal dari hormon testosteron juga. Jadi, hormon testosteron yang sesaat setelah diproduksi masih pasif, begitu mulai memasuki jaringan-jaringan tubuh bakal berubah aktif. Nah, hormon testosteron yang aktif sebagian tetap jadi dirinya sendiri (dan berubah nama panggilannya: hidrotestosteron), sementara sebagian lagi berubah jadi estradiol (estrogen aktif).
Mustinya perbandingan hidrotestosteron dengan estradiol tersebut 100 : 1. Cuma, karena saat masa puber perubahan hormon dalam tuuh kita belum stabil, ditambah dengan proses produksi kelenjar adrenalin yang menggila pula, akhirnya jumlah estradiol memotori jaringan-jaringan payudara memperbanyak diri. Gede deh toketnyaaa....
Lanjut! Apakah gedenya toket ini berbahaya? Jawabannya: kalo buat fisik sih nggak. Karena umumnya ukruan toket akan kembali normal jika yang bersangkutan menjalani diet plus rajin berolahraga (buat yang lipomastia), atau jika perubahan hormon serta proses produksi kelenjar adrenalin udah stabil seiring dengan bertambahnya umur (buat yang ginekomastia fisiologis).
Tapi, gedenya toket jelas dangat berbahaya buat rasa pede! Maaak..., toket saing-saingan sama cewek, bikin pede melorot kaliiii.... Pake baju ketat nggak nyaman. Nggak pake baju (pas berenang, maksudnya!) apalagi. Tengsinnya tujuh kali lipat!!!
Credits to Ayu (Majalah Hai Tahun XXXI No. 22)
No comments:
Post a Comment